Konser Cadas

29 February 2008

220px-agnostic_front_live_2005.jpg
pemandangan konser Agnostic Front di New York

Teman saya di bagian marketing kebetulan bekerja pula di Mipro, event organizer yang acap mendatangkan band-band underground cadas untuk berkonser di Indonesia.

Kepada saya, dia membocorkan proyeksi Mipro tahun ini. Terus terang, daftarnya membuat saya nyaris berteriak kegirangan. Aarrgh. Lihat saja sendiri :

Sick of it All (SOIA), (Mei 2008).
SOIA ini asal Queens, New York, dan ikut membesarkan scene hard core (HC) disana bareng grup seperti Straight Ahead, Rest In Pieces, Youth of Today dan Agnostic Front. Mereka memainkan HC punk energik dan bertenaga. Saya tak sabar melihat Lou Koller, vokalis band ini, meneriakkan Scratch The Surface dan Built to Last! yeah!

Extreme Noise Terror (ENT), (Juni 2008)
Ini dewanya penggemar musik crust core/punk/grind, selain grup seperti Disrupt atau Disgust. Saya mendengarkan lagu-lagu mereka saat SMA, terutama pas lagi senang-senangnya memainkan musik crust bareng band saya dulu, Disreject. He-he-he. Sedikit saja deskripsi untuk ENT : brutal!

Proyeksi 2008 lainnya :

Agnostic Front
Ini mbahnya New York Hard Core (NYHC). Usia band ini sama dengan saya, 26 tahun. Dan terus menjadi inspirasi band-band hardcore saat ini. Mereka memainkan hardcore punk cepat dan brutal. Show mereka chaotic, penuh dengan orang-orang berpogo dan stage diving. Seluruh venue seolah jadi moshpit.

The Misfit
Bahkan Benji dari Good Charlotte pun paling hobi mengenakan kaos The Misfit. Mereka ini legendanya musik punk. Dibentuk pada awal 1977 oleh Glenn Danzig (vokal) dan bassis Jerry Only, dan mempopulerkan punk kelam dengan lirik terinspirasi film horor dan sci-fi yang lantas disebut horor punk. Danzig membawa Misfit ke masa jayanya. Setelah bubar, trah grup ini dilanjutkan Jerry hingga sekarang (disebut new Misfit). Ultah ke-30 mereka dirayakan akhir 2007 silam.

Sepultura
Been there, done that. Saya sudah melihat show mereka di Ancol 2005 lalu. Sangat energik, sayang sound-nya agak berantakan.

Dillinger Escape Plan (DEP)

Musik band asal Amrik ini disebut mathcore. Kombinasi dari sound metal new school, yang dibawakan dengan tempo sangat cepat, teknikal, dan bertenaga. Band ini kecil, tapi punya banyak penggemar fanatik.

Paramore
Adit, adik saya di Malang yang juga penggila musik Skoinkcore sudah memberitahu soal Paramore jauh sebelum band ini bermain di TRL dan klip video mereka dibutar di MTV. Dan memang, musik power pop manis, plus vokalis Hayley Williams yang cantik bikin saya jatuh cinta.

Not Available
Selain Ramstein, Not Available adalah grup asal Jerman yang saya suka. Mereka membawakan melodic punk yang cenderung laid back dan imajinatif.

Dying Fetus
Death metal, uhm, definately not for me.

Atreyu
Post-hardcore band dari Orange County, Cal. Ingat serial the OC? Hehe. Entah, tapi kuping saya lebih masuk mendengarkan Thursday atau Thrice dibandingkan band ini. Munculnya masih satu liting dengan Avenged Sevenfold (hanya mereka lebih terkenal!). Ya, mungkin saya tetap nonton.

Cannibal Corps
Ugh, don’t like, don’t care

Bullet for My Valentine
Ini kalau nggak salah band metalcore. Tapi belum pernah dengar musiknya.

Bring Me the Horizon
never heard of it

Request dong, Dashboard Confessional, Rocket Summers, Taking Back Sunday. hehe.


Wish List

27 February 2008

Selain sebuah ponsel baru untuk menggantikan Nokia 6275i saya yang raib, ada dua benda yang benar-benar saya inginkan. Duh, rasanya seperti anak kecil yang mengidamkan mainan.

Sebenarnya, kalau mau membeli langsung sih bisa-bisa saja. Tapi, jadinya kan boros. Lagi pula, sudah beberapa bulan terakhir ini saya sedang berusaha (keras) untuk memenej uang.

Hitung-hitung latihan untuk membagi prioritas mana yang benar-benar butuh, mana yang hanya karena ingin–walau lebih sering lolos karena tidak bisa menahan diri–. Tapi setidaknya ada usaha untuk itu.

Paska Ulum yang masuk rumah sakit karena DBD (entah, dia digigit nyamuk dimana mengingat di kosan hampir tak ada nyamuk), saya jadi banyak berpikir. Bayangkan, uang untuk obatnya saja bisa nyampe 3 jutaan. Belum biaya kamar dan lain-lain. Total, sakit selama 5 harian, Ulum kena charge hampir 6 juta.

Untunglah, dia ikut asuransi unitlink Prudensial. Karena kantornya sendiri memang tidak mengikutkan karyawannya dalam asuransi. Untungnya lagi, Ulum sudah sadar benar pentingnya asuransi. Saya sendiri sudah diasuransikan kantor. Tapi, saya masih berpikir untuk ikut asuransi lagi diluar, seperti Mandiri AXA yang preminya hanya 300 ribu sebulan.

Intinya sih, zaman sekarang, terutama di usia saya sekarang ini, harus pintar-pintar mengatur keuangan. Mana yang dibuat jajan, mana yang disisihkan untuk nabung, investasi, juga asuransi.

Saya sendiri sudah baca-baca soal forex trading, jual-beli saham, hingga reksadana. Bagi saya sendiri, reksadana paling cocok. Sementara asuransi sendiri sudah saatnya dimiliki, sebagai bentuk kesadaran untuk memprotect diri.

Lho, kok jadi ngalor ngidul gini sih ngomongnya. Oh ya, barang yang ingin saya beli itu ini : messenger bag merk Crumpler the Considerable Embarassment dan sneaker Nike SB Air Classic.

wish-list-1.jpg

Terus terang, saya punya fetish terhadap tas dan sneaker. Soal Crumpler, saya sudah memimpikan untuk memilikinya sejak 4 tahun lalu saat lagi gila-gilanya dengan kamera. Sedangkan Nike SB, baru minggu lalu melihatnya di toko sneaker Myshoes. Bentuknya simpel tapi keren. Sayangnya, harga keduanya sama-sama mahal @Rp850 ribu. Ada yang mau membelikan? Hehe.

wish-list.jpg


It Finally Ends

19 February 2008

team-adrian-collin.jpg
Adrian & Collin, pemenang Amazing Race Asia 2. Mereka berhak atas hadiah uang USD100 ribu.

Serial Amazing Race Asia musim kedua akhirnya berakhir dengan kemenangan Adrian & Collin. Leg terakhir tiga tim terakhir di Afrika Selatan-Singapura berlangsung menegangkan. Adrian & Collin, Vanessa & Pamela, serta Rovilson & Marc saling menyusul dengan tautan waktu yang tipis.

Rintangan terakhir sekaligus penentu sebenarnya sangat mudah. Salah satu anggota tim harus mengurutkan bendera Negara mana saja yang mereka singgahi.

Rovilson dan Vanessa yang mulai duluan, ternyata terus menerus salah. Sebaliknya, tim Singapura Adrian & Collin dengan mudah menyelesaikan tantangan itu. Belakangan diketahui waktu kecil Adrian gemar untuk menghapal bendera-bendera Negara dunia. Mereka pun datang ke finish duluan.

Kedatangan mereka pun disambut oleh tim-tim lain yang sebelumnya datang (kecuali brett dan kinar?). wah, saat itu, saya ikut deg-degan. Maklum, saya menonton semua setiap episode serial ini dan tahu benar perjuangan berat yang masing-masing tim hadapi. Jadi, lumayan ada ikatan emosional. *halah.

Anyway, tim favorit saya dan teman-teman tetap Paula dan Natasha dari Thailand. Selain jarang berantem, semua sepakat Paula is drop dead georgeous. Dia lucu, fun, dan punya senyum paling manis.


happy 26

18 February 2008

karakoker-33.jpg

karakoker-34.jpg

Saya tak pernah mengistimewakan hari ulang tahun. Tapi, entah kenapa tahun ini ultah saya berkesan sekali. Rabu malam, saya, Ulum, dan Bobby pergi ke Cleo’s di Grand Kemang. Bukan untuk merayakan ultah saya lho, tapi teman Ulum menjadi DJ disana. Sehingga dia dapat guest list.

Awalnya sepi, tapi semakin rame menjelang tengah malam. Kita dapat sofa pula. Diputuskanlah untuk beli minum. Minum apa? Ulum yang mengajak berinisiatif mentraktir, dan memilih acak salah satu menu. Datanglah 3 shot flamming. Enak, tapi kayak sirop OBH. Nambah deh, patungan. “seperti biasa, yang paling banyak, paling memabukkan. Rasa nomor terakhir,” kata Bobby.

Pelayannya menyarankan Jim Beam 1 picer@ Rp120 ribu. Dan benar saja, rasanya, puah tidak enak banget. Tapi cukup bikin tipsy. Saya yang mudah sekali mabuk sudah merasa cukup. Tapi Bob dan Ulum tampak masih kurang. Maka, saya pesan 1 picer lagi. Kita bertigapun mulai mabuk.

Vibe klab lumayan bikin enjoy, berakhir dengan kenalan satu cewek. Balik jam 3 pagi, bawa motor menembus grimis (sux!). Tidur setengah empat pagi.

Jam 8.30 pagi udah bangun, karena janji sama teman bakal nonton preview film Jumper di Setiabudione. Menyempatkan diri untuk pup, sambil terima SMS ucapan slamat. Eh, lha kok mama dan papa telpon. Jadilah ngobrol dengan bisik-bisik. Hehe.

Pilih kursi dekat pintu, biar gampang kluar waktu pipis. Benar saja, saya hampir pipis dua kali. Film selsai, cabut ke kantor.

Ini yang paling seru. Di kantor, teman-teman ternyata bikin kejutan. Kebetulan, ada teman lain yang sama-sama ultah. Selain dapat ucapan selamat, juga kado, dan ini nih, kue kecil beserta lilinnya. That so sweet. Duh, jadi terharu. Saya bahkan tidak bisa mengingat kapan terakhir terakhir kali dihadiahi kue dan meniup lilin. 5 tahun mungkin?

Setelah halaman selesai di-layout, bersiap-siap ke Hotel Mulia karena udah janji ketemu sama PR-nya. Eh, diluar hujan angin. Nunggu deh, sambil ngudut. Maunya sih makan di hotel aja, tapi perut udah teriak-teriak minta diisi. Mampir dulu deh ke warung langganan, pesen Ta Mie Cap Cay favorit.

Di Mulia, kalap lihat makanan buffet yang enak-enak. You know how i love buffet, surganya makanan enak. Buffet Ritz-Carlton tetep nomor satu. Hotel Mulia kedua, dan Shangri-La ketiga. Semua dicobain, sashimi (paling top!), susi, crab cakes, peking duck, steaks, sampe kue yang manis-manis (nyam).

Setelah makan, saya duduk di sofa yang empuk, menghisap rokok, dan menikmati penampilan live Krisdayanti yang sedang menyanyi di panggung. Ah. This is how to live a good life. Also I wanna thanks to everyone that make it happened.


Hilang

14 February 2008

“Sudah ketemu nang?”
Belakangan saya kerap disergap pertanyaan seperti ini. Gara-garanya, ponsel baru saya, Nokia CDMA 6275i mendadak raib.

Kronologisnya seperti ini :
Pagi itu sehabis sarapan bubur ayam saya berniat mengisi paru-paru dengan asap rokok. Di kantor, memang ada lorong tempat para “ahli hisap” berkumpul. Smoking room, istilahnya.

Setelah mengobrol dan kembali ke meja, lho, kok ponsel saya raib satu. Ponsel GSM SE K610i masih utuh tergolek di tempatnya. Tapi Nokia kesayangan tidak ada di tempatnya biasa bercokol. Saya coba mengingat-inget rute kemana saja saya nongkrong, berjalan, duduk, sambil terus menelpon. Ponsel dalam keadaan hidup karena nada sambung aktif. Baterai pun seingat saya penuh. Tapi, bunyi ring tone tak kedengaran sama sekali, meski ruangan saat itu sepi.

Teman-teman lain akhirnya ikut mencari. Suasana pun jadi sedikit ramai. Di bawah meja, dibalik pintu, dibelakang monitor, didalam tumpukan kertas, semua nihil. Eh, beberapa lama kemudian tiba-tiba ponsel dimatikan. Dugaan saya positif, ponsel itu dicuri!

Sedikit sedih sih. Habisnya ponsel seharga 1,8 juta itu baru berusia 3 bulan. Membelinya pun dengan mencicil via kartu kredit. Belum lunas pula. Hiks. Tapi, yang membuat saya sangat kehilangan adalah fungsi gunanya.

Terlepas dari bentuk candybar-nya yang sedikit tebal, semua fiturnya sangat positif. Mudah untuk mengetik SMS, warna layarnya jernih, dan tidak panas untuk menelpon lama.

Lainnya itu, saya bisa chatting lewat Ebuddy, browsing internet di ponsel lewat opera untuk ngaskus, ngecek e-mail, friendster, dan facebook, mendengarkan radio, foto, dll.

Dan yang paling favorit, Nokia 6275i bisa menjadi modem bluetooth. Praktis kalau sedang butuh mengirim berita saat menonton konser atau liputan. Modalnya hanya laptop dan ponsel saja. Ah, saya semakin merindu ponsel ini.

Dan yang bodoh ini, Pemred menyuruh saya memasang pengumuman “aneh” di ujung-ujung ruangan. “Pengumuman! Bagi yang mengambil ponsel Danang, mari kita doakan sama-sama agar perutnya meledak”. Huhuhu. Malu maluin aja.