Sunda Kelapa Jakarta

9 November 2009

Ini adalah beberapa foto yang saya ambil di Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Selain pesona kota tua, pelabuhan Sunda Kelapa sangat unik. Kental dengan sejarah, juga punya vibe indah dalam segala detil kehidupan disana.

Pemandangan dari atas dek kapal Quicksilver.

Pemandangan dari atas dek kapal Quicksilver.

Sang Merah Putih berkibar di kapal Quicksilver.

Sang Merah Putih berkibar di kapal Quicksilver.

Pelabuhan Batavia Marina dari dek kapal Quicksilver.

Pelabuhan Batavia Marina dari dek kapal Quicksilver.

Benteng di Pulau Kelor. Pulaunya kecil sekali, dan indah.

Benteng di Pulau Kelor. Pulaunya kecil sekali, dan indah.

Anak-anak asyik berenang di galangan kapal pelabuhan Sunda Kelapa.

Anak-anak asyik berenang di galangan kapal pelabuhan Sunda Kelapa.

Meloncat dari ujung anjungan kapal. Asyik sekali kelihatannya.

Meloncat dari ujung anjungan kapal. Asyik sekali kelihatannya.

Susah untuk dapat momen ini dengan kamera poket saya.

Susah untuk dapat momen ini dengan kamera poket saya.

No time vor love, tulisan di dinding pelabuhan.

No time vor love, tulisan di dinding pelabuhan.

Kapal barang dan kapal Nelayan bersandingan.

Kapal barang dan kapal Nelayan bersandingan.

Seorang nelayan mendayung kapalnya melewati sebuah kakus.

Seorang nelayan mendayung kapalnya melewati sebuah kakus.

Deretan buritan kapal di pelabuhan Sunda Kelapa.

Deretan buritan kapal di pelabuhan Sunda Kelapa.

Buruh angkut menaikkan barang ke kapal.

Buruh angkut menaikkan barang ke kapal.

Kapal dicat agar terlihat cantik.

Kapal dicat agar terlihat cantik.


Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise

9 November 2009
Kapal dua lambung Quicksilver yang merapat di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakut

Kapal dua lambung Quicksilver yang merapat di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakut

pemandangan pulau Ayer dari atas kapal.

Spaghetti es krim di Ragusa

Spaghetti es krim di Ragusa

Kejutan itu penting dalam sebuah hubungan. Karena sama menyenangkannya bagi kedua pasangan. Si pemberi surprise bakal senang melihat pasangannya bahagia, begitu juga sebaliknya. Ini menghasilkan letupan-letupan cinta (halah) yang membuat sebuah hubungan menjadi penuh petualangan dan tidak membosankan.

Minggu kemarin, saya memberi kejutan kecil pada pacar dengan mengajaknya makan siang di atas kapal pesiar Quicksilver. Kami berangkat dari gedung Batavia Marina, di pelabuhan Sunda Kelapa, Kota Tua, Jakarta Utara pukul 11.30 siang.

Kapal dengan dua lambung itu mengarungi lima pulau di Kepulauan Seribu. Antara lain Pulau Bidadari, Pulau On Rust, Pulau Untung Jawa, Pulau Kelor, dan Pulau Air. Tapi, tidak merapat. Penumpang hanya melihat aktivitas di pulau dari jarak jauh.

Di atas kapal, selain makan siang juga disediakan berbagai hiburan seperti karaoke dan tari-tarian dari Batavia Dancer. Cruise yang hanya 2,5 jam itu pun terasa sangat cepat. Apalagi, kapal Quicksilver ini besar dan keren. Kami bisa duduk di dek bawah, dek atas, sampai anjungan depan.

Pulangnya, kami ikut ”tur” lagi di galangan kapal pelabuhan Sunda Kelapa, menaiki kapal kecil nelayan lokal. Harga turnya Rp50 ribu. Sengaja tidak saya tawar. ”Untuk menggerakkan sektor riil,” kata saya kepada pacar sambil bercanda. Cukup asik sih. Lalu, setelah capek dan kepanasan, aktivitas hari itu ditutup dengan menyantap es krim Ragusa di kota tua. Hehehe.

Surprise is the greatest gift which life can grant us. — Boris Pasternak


Our Trip

5 November 2009

Lihat dong gradasi warna di Pulau Komodo. Jangan bilang ngga pengen kesini? Maldives/Maladewa mah lewat.

Lihat dong gradasi warna di Pulau Komodo. Jangan bilang ngga pengen kesini? Maldives/Maladewa mah lewat.

Seharusnya weekend ini saya akan berangkat ke Krakatau, kepulauan vulkanik aktif yang ada di Selat Sunda. Indra, teman saya, mengajak survey ke sana.

Pekerjaan Indra mungkin jadi mimpi bagi sebagian orang. Dia adalah pengelola klub traveling personal. Jadi, hampir setiap minggu dia trip (spesialisasi ke Karimun Jawa). Dan kemarin ia bersama rombongan kecil juga baru saja kembali dari Pulau Komodo, yang kalau membaca itinerary -nya membuat jantung ini berdebar dan adrenalin bergejolak.

Trip dengan Indra memang asyik. Formatnya semi-backpacking. Jadi jangan bayangkan menginap di hotel mewah dengan ruang ber-AC. Tapi, dia tahu bagaimana memuaskan dahaga para pecinta traveling, membawa rombongan tur-nya ke tempat-tempat yang sangat keren, yang mungkin tidak akan bisa kita datangi sendiri (karena biayanya bisa sangat mahal, dengan rombongan jadi murah lantaran di tanggung renteng).

Dalam beberapa trip, ia mengajak pula adiknya, Erland, dan terkadang istrinya Lala. Kadang-kadang lucu juga melihat keluarga yang sama-sama gila traveling. Hahaha.

Anyway, karena satu dan lain hal rencana ke Krakatau batal. Padahal saya sudah mengiyakan. Tapi untunglah, karena belakangan saya ternyata juga tidak bisa lantaran harus masuk untuk menggantikan teman kantor yang di undang ke Pulau Umang.

Rencana perjalanan Jakarta-Singapura-Bangkok-Chiang Mai

Rencana perjalanan Jakarta-Singapura-Bangkok-Chiang Mai

Rencana trip saya untuk kedepannya lumayan banyak. Tanggal 17 November nanti, saya dan beberapa jurnalis lainnya akan mengikuti acara New Mazda2 ASEAN Media Driving Event di Chiang Mai, Thailand.

Kadang saya merasa memiliki pekerjaan paling mengasyikkan. Bayangkan, betapa asyiknya menyetir Mazda2 di jalanan Thailand, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun (bahkan dapat uang saku dari kantor). Wkwkwk. Dan memang sudah lama saya ingin pergi ke Negeri Gajah Putih itu. Saya sudah tak sabar untuk mencoba makan balut, telur yang berisi embrio itik utuh itu. Juga mencicip scramble egg di SQ yang uenak buanget. Nyam.

Lalu, pada 9 Desember nanti saya akan trip ke Lombok, tepatnya ke Three Gili’s (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan) bersama pacar. Well, anggap saja ini pre-honeymoon. Kita sudah membuat itinerary apa saja yang akan dilakukan disana. Pastinya bakal seru banget!

Pada Maret tahun depan, saya juga berjanji akan mengajak pacar pre-honeymoon kedua di Pulau Komodo. Ini trip bareng rombongan Indra. Dan setelah menikah yang insyaallah pada pertengahan 2010 nanti, kami akan lanjut berbulan madu (honeymoon sebenarnya) ke Thailand. Mungkin ke Phuket. Wkwkwk. Semoga mimpi kami ini bisa berjalan lancar dan terwujud. Amin. Wish us luck, folks!


Nokia N97 PlaN Your Adventour

21 October 2009

Ditantang Adrenalin, Dimanja Pijat

Nokia N97 punya segudang fitur canggih. Smart phone itu tak hanya cakap meng-handle pekerjaan kantor, tapi juga tangkas saat diajak berlibur. Benarkah? Nokia mencoba untuk sharing pengalaman itu dalam kompetisi PlaN Your Adventour.

PlaN Your Adventour adalah kompetisi online dimana pemain diminta membuat rencana liburan menggunakan fitur dan widget pada Nokia N97 yang disimulasikan dalam website. Untuk lengkapnya bisa dilihat di http://bit.ly/sMwom.

Pemenangnya, dua tim laki-laki dan perempuan (masing-masing beranggotakan 3 orang) dipilih berdasarkan voting selama 21 Agustus-2 Oktober. Hadiahnya, selain mendapat 1 unit Nokia N97 per orang, juga paket liburan 3 hari 2 malam di Pulau Dewata.

And the fun part is, saya dan Ijoel dari majalah Clara ”bertugas” untuk menemani mereka bersenang-senang. Wakaka.

Well, ini post ini bercerita pretty much apa yang kita lakukan disana. Karena gambar bisa lebih bicara dari ribuan kata, jadi saya akan posting lebih banyak gambar. Pokoknya, liburan ala Nokia is super fun. Mereka harus membuat program seperti ini lebih banyak lagi.

Day 1

Begitu tiba di Bali, agenda pertama adalah menuju Sanur untuk Sea Walk. Lokasinya ada di Puri Santrian Hotel. Meski letaknya tersembunyi, tapi cukup mewah, dengan beach view yang bagus sekali. Penghuninya, tentu saja semua bule dan turis Asia yang tajir.

Apa itu Sea Walk? Literally, kita benar-benar berjalan di bawah laut. Untuk bernafas, ada helem ala astronot yang hanya diletakkan begitu saja di atas kepala. Helm ini memompa oksigen dan menjaga tekanan udara. Rasanya? Surreal. Ikan-ikan mengelilingi kita di terumbu karang buatan. Indah sekali. Lebih asik dari snorkeling.

Oh ya, sebelum pergi masih menyempatkan foto dulu dong di pantai belakang hotel yang indah itu. Ini tim pemenang Cap-Cap Guricap dan Nona Disko. Yang cowok-cowok jauh lebih muda dari saya, dan yang cewe-cewe lebih tua dikit dari saya. Hahaha.

Acara berikutnya adalah makan siang di Ma Jolly di daerah Seminyak. Saya merasa tidak asing dengan resto ini karena, yak, ternyata pernah NYASAR ke sini waktu iseng puter-puter Kuta pake Mio di Bali-Lombok trip dulu. Wkwkwk. Nice resto, nice view.

Kita menginap di hotel Melia Nusa Dua. Hotel model gini dicari bule karena yang memang ingin santai. Hey, semua fasilitas ada disini, termasuk pantai pribadi. Jadi ngapain cari yang lain? Kamarnya, bujug, gede banget. Saya sempat kaget waktu buka pintu, “lhoo.. kok ngga ada kasurnya?”. Oo… ternyata master bedroom-nya ada di atas. Nice.

Setelah dinner, lagi-lagi Nokia membuat kejutan. Ketika saya lagi asik mengunyah daging, tiba-tiba rombongan penari kecak datang dan melakonkan Ramayana dan Shinta. Jadilah, saya, Ijoel, 2 anggota tim, serta Pak Ivan dari Nokia ikut menonton dulu. Kejutan yang menyenangkan.

Day 2

Ini aktivitas yang paling seru, mengendarai All Terrain Vehicle (ATV) atau quad bike di kawasan Ubud. Kebetulan, saya belum pernah mengendarainya. Dan rasanya pol banget. Apalagi rutenya mencapai 10 kilometer melewati tiga desa dengan pemandangan yang indah banget. Yeah, inilah sosok Bali sesungguhnya, dengan pura-pura cantik di desa-desa terpencil sekalipun. Kewl.

Seharusnya acara berikutnya adalah berjalan-jalan ke Monkey Forest di Ubud untuk tim cowok, dan Cooking Class untuk tim cewek. Tapi, acara ke Monkey Forest dibatalkan karena waktu yang mepet. Saya baru pertama kali ke Ubud. Ternyata seperti Legian, tapi lebih sepi. Kami makan di restoran Bumi Bali. Hmm… saya pengen nyoba Dirty Duck alias Bebek Bengil though.

Tujuan berikutnya adalah…pijat di salah satu Hotel di Sanur. Ah, jadwal acaranya couldn’t be better. Habis kenyang menyantap masakan dari tim cewek, semua tim di-massage plus luluran. Saya baru pertama luluran, dan tidak terlalu menikmatinya. Tapi kalau berendam air panas, saya enjoy sekali. Wahaha.

Malamnya, kami makan di Jimbaran. Yeah, its like to good to be true. Karena yang kami lakukan basicly adalah makan, jalan-jalan, beraktivitas yang menyenangkan, bersenang-senang, dan tidur. Hahaha. Top banget deh. Abis dari Jimbaran, saya sempat mampir ke Circle K untuk beli bir dan cemilan. Malamnya ingin nongkrong di pantai belakang hotel sambil dengering iPod. Eeeh.. ketiduran. Sial.

Day 3
Saya tahu, dalam hati Ijoel menggerutu karena saya kebagian menemani tim cowok untuk water sports di Benoa. Sementara dia menemani tim cewek untuk… melukis. Huahaha. Bahkan, sebenarnya tim cewek justru lebih memilih water sports daripada melukis. Well, anyway, kami segera menuju Benoa untuk Parasiling, Flying Fish, Banana Boat, dan Jet Ski.

Keempatnya sama-sama oke banget. Apalagi jet ski, top berat. Meski, kayaknya petugas-petugas agak buru-buru banget yah. Nggak bisa liat orang santai dikit. Diburu-buru gitu. Kata Willy, EO kami disana, harus cepat untuk mengejar angin. Terutama Parasailing dan Flying Fish.

Setelahnya kami bertemu tim cewek di Waroeng Made. Makan selesai, lalu free time. Tim cewek dan cowok berpisah, ada yang belanja, lainnya jalan-jalan sendiri. Saya bersama Nia dari Wunderman dan teman-teman EO sempat mampir ke Krisna untuk membeli oleh-oleh, lalu mengunjungi pantai Geger dan Dreamland.

Geger, sebenarnya biasa aja. Airnya tenang banget, dan cetek. Makanya banyak anak-anak kecil bermain. Sangat safe. Tapi, saya lebih suka Dreamland. Kami masuk melalui kafe di atas, yang punya kolam renang dan memiliki pandangan langsung ke pantai. Sureal. Katanya, mau renang cukup beli minum ajah. Top banget.

Well, that’s the end of the trip. Dari Dreamland, kami berkumpul di Ngurah Rai, untuk kembali ke Jakarta. Meski singkat, liburan 3 hari 2 malam di Bali ini sangat berkesan.

Patung putri duyung di belakang hotel. Pas jadi obyek foto.

Patung putri duyung di belakang hotel. Pas jadi obyek foto.

Marissa pegang dua bintang laut. Keren banget! harga 1 foto digital $11. Ngepetz.

Marissa pegang dua bintang laut. Keren banget! harga 1 foto digital $11. Ngepetz.

Narsis dan ekspresif di setiap kesempatan.

Narsis dan ekspresif di setiap kesempatan.

lunch sambil ngeliat pantai, damai ngga sih?

lunch sambil ngeliat pantai, damai ngga sih?

42 inci flat TV+DVD player di bawah, 32 inch di atas. Nggak kurang hiburan.

42 inci flat TV+DVD player di bawah, 32 inch di atas. Nggak kurang hiburan.

Tari Kecak, baru pertama nonton secara live, keren banget!

Tari Kecak, baru pertama nonton, keren banget!


Fotonya Marisa lagi. ekspresif banget doi. Berani nyetir sendiri lagi.

Fotonya Marisa lagi. ekspresif banget doi. Berani nyetir sendiri lagi.

udang jadi favorit. cuma kebagian satu. hiks.

udang jadi favorit. cuma kebagian satu. hiks.

hot water w rose petals, cigarette, and tea. apa lagi yang kurang?

hot water w rose petals, cigarette, and tea. apa lagi yang kurang?

Sea food di Jimbaran, its a must!

Sea food di Jimbaran, its a must!

Up up and away!

Up up and away!

Naik ikan "pari" terbang. cukup menantang lah.
Krisna, nggak perlu nawar tapi murah, dan apa aja ada. top banget nih gerai.

Krisna, nggak perlu nawar tapi murah, dan apa aja ada. top banget nih gerai.

Pantainya cetek, cocok buat maen air. awas, banyak anjingnya tapi.

Pantainya cetek, cocok buat maen air. awas, banyak anjingnya tapi.

Asyik ngga sih renang disini? ASIK BANGET!

Asyik ngga sih renang disini? ASIK BANGET!

Sunset @ Dreamland

Sunset @ Dreamland


Mengandalkan Kemampuan GPS Nokia 5730

14 October 2009

Terjebak macet, kesempatan untuk melihat dan merencanakan rute via GPS

Terjebak macet, kesempatan untuk melihat dan merencanakan rute via GPS

Nokia menghadirkan 5730 Xpress Music. Tak hanya Qwerty keyboard, ponsel musik baru ini juga menenteng sistem navigasi yang akurat. Kemampuan system navigasinya kami buktikan saat menempuh perjalanan mudik Jakarta-Surabaya pada pertengahan September silam.

Nokia 5730 XpressMusic mengadopsi desain slide-side candybar. Cukup unik, karena desain seperti ini lazimnya terdapat pada ponsel kategori bisnis. Desain ini cukup mencuri perhatian. Apalagi, titah sebenarnya yang diplot untuk 5730 adalah sebagai ponsel musik, menghadirkan suara dan akses untuk bermusik ria.

Soal ukuran, dimensi ponsel ini cukup besar. Ini lantaran 5730 memanggul dua bagian, yakni panel untuk layar dengan tombol keypad dan panel untuk keyboard Qwerty. Besarnya bodi ini membuatnya terlihat lebih kokoh, meski kurang nyaman dalam genggaman untuk yang mempunyai telapak tangan kecil.

Terdapat tiga tombol musik di samping layar. Ini untuk menegaskan bahwa 5730 adalah ponsel musik, selain memang untuk memudahkan pengoperasian pemutar musik. Sedangkan di bagian muka atas bodi ada tombol game khusus ala N-Gage.

Tangguh saat diajak bermain game N-Gage. Multifungsi sekali.

Tangguh saat diajak bermain game N-Gage. Multifungsi sekali.

Sebagai anggota keluarga XpressMusic, Nokia 5730 mengunggulkan fasilitas ini. Penunjang musiknya ini lengkap. Salah satunya adalah music library. Fasilitas ini menyuguhkan sejumlah pilihan, mulai artis, album, playlist, lagu, podcast, genre, hingga composer.

Pada tampilan pemutar musik ini terdapat beberapa pilihan standar pengoperasian, seperti play, stop, pause, forward, dan rewind. Untuk pengaturan, ada pilihan shuffle, repeat, equalizer, bass booster, stereo widening, visualisasi, dan add to playlist.

Kamera yang dibenamkan pada ponsel ini tergolong standar. Resolusi kamera yang sebesar 3,2 megapiksel kalah jauh dibanding produk lain yang telah mencapai resolusi 8 megapiksel, bahkan 10 megapiksel. Terdapat dukungan lampu kilat, pembesaran digital 8 kali, plus autofocus serta lensa Carl Zeiss.

Fasilitas lain yang juga bisa dinikmati pada ponsel ini internet radio FM dan Nokia maps, yang di dukung A-GPS. Fitur ini yang kami rasakan sangat berguna. Dalam kemacetan di kawasan Cikampek, device canggih ini sungguh membantu perjalanan kami.

Dengan mengaktifkan fitur GPS, kami berhasil menemukan jalan-jalan alternatif untuk menghindari kemacetan pada saat mudik yang membuat frustasi. Bayangkan, Jakarta-Cirebon kami tempuh selama 14 jam!

GPS dan Map milik Nokia sangat detail memperlihatkan jalan-jalan tikus.

GPS dan Map milik Nokia sangat detail memperlihatkan jalan-jalan tikus.

Awalnya sempat ragu, apakah GPS di 5730 Xpress Music dapat menunjukkan arah yang benar. Tentu saja, mencari jalan pintas bak pedang bermata dua. Bisa lebih cepat, atau sebaliknya jadi terhambat jika tersesat.

Untunglah, pointer lokasi yang akurat, membuat kami yakin. Jalan-jalan tikus pun masih terbaca di GPS 5730. Hasilnya, beberapa kali memotong jalur dan terbukti sukses melewati kemacetan.

Tapi, ada satu hal yang mengganggu, mengaktifkan GPS menghisap energi baterai secara drastis. Untuk mengakalinya, kami terpaksa berhemat, mengaktifkan 5730 pada saat kami tidak yakin dengan arah tujuan, atau ingin mencari jalan pintas. Setelah itu, ponsel segera kami matikan.

Pelajaran yang kami dapat, sediakan 24V-car battery charger di dalam mobil!

Oleh : Donny A, guest blogger


Marlboro Red Racing X-Perience

14 October 2009

IMG_0163-3 Kalau suka maen game balap di arcade/game center, tekuni, siapa tau bisa balapan beneran. Seperti para pemenang Marlboro Red Racing School ”Find Your Self Racing”. Ada lima peserta terbaik yang berhak ke Italia, ”dibonceng” di atas Ferrari F1 three seater di Sirkuit Fiorano Italia dalam kecepatan 325 km/jam. Wow.

Mereka lolos, karena salah satu seleksinya adalah bermain game arcade. Tentu saja, tidak cuma bermain game. Ada beberapa ujian lain yang harus di lakoni. Kebetulan, saya sempat melihat sendiri tahapan ujian terakhir “Driving School” di Sirkuit Sentul, Bogor, belum lama ini.

Ujian “Driving School” ini paling penting, karena menentukan nasib para peserta sebagai pemenang. Ada empat tahapan “Driving School” yang harus dilalui, benar-benar menguji kemampuan mengemudi para peserta. Apa saja?

Miniskid Car

Fiat 500, menyetir di atas es.

Fiat 500, menyetir di atas es.

Pertama dan tersulit, dimana peserta harus melakukan counter oversteer dengan Fiat 500. Ban belakang mobil tersebut dipasang papan dengan empat roda kecil. ”Rasanya seperti mengemudi di atas es, licin sekali dan sangat sulit,” kata Jesse Sudjana dari Marlboro.
Fiat 500 benar-benar hobbit. Tapi, tenaganya sama sekali tidak kecil, mencapai 69 dk-100 dk. Variannya banyak. Ada 1.4 liter bensin, serta 1.3 liter disel. Emisi gas buangnya sudah standar Euro 5. Keamanannya juga dahsyat, punya 7 airbag. Gile.

GT Challenge

Alfa Romeo GTV, hindari cone.

Alfa Romeo GTV, hindari cone.

Tahap kedua ini menggunakan Alfa Romeo GTV. Peserta dituntut menaklukan tikungan dengan handicap berupa cone dalam sebuah sirkuit mini. GTV punya mesin 3.000 cc, 24 katup, dan 6 silinder dengan konfigurasi V. Mesin ini bakal membuat Mitsubishi Galant terliha seperti hiu ompong. Tenaganya 215 dk pad 6.300 rpm, dan mampu melesat 6.7 detik dari 0-100 kph.

Quality Driving

Alfa Romeo GTV, uji teknik mengemudi

Alfa Romeo GTV, uji teknik mengemudi

Di tahap ketiga, peserta menggeber mobil yang sama (Alfa Romeo GTV) di sirkuit sentul. ”Yang dinilai bukan kecepatan, tapi teknik kita mengemudi. Kapan kita menginjak rem, menikung, dan lainnya,” ujar Michael Thungari, salah satu peserta dari Surabaya.
Tentu saja, melahap sentul dengan mobil ini sangat mengasyikkan, mengingat perlengkapan keselamatan Alfa Romeo GTV sangat lengkap. Ada ABS, EBD, VDC, MSR, serta ASR untuk stabilitas saat menikung.

Rally Stage

Fiat Panda, transmisi 4x4 bertenaga

Fiat Panda, transmisi 4x4 bertenaga

Tahap terakhir. Rally Stage menggunakan Fiat Panda 4 x 4. Bayangkan betapa asiknya membejek gas mobil mini tersebut di trek rally buatan. Knalpotnya diulik, jadi meski kecil suaranya brisik. :D
Off roader kecil ini sangat tangguh untuk melahap jalanan bergelombang. Bukan saja karena sistem penggerak 4×4, mesin turbodiesel 1.3 liter 16 katupnya sangat bertenaga. Suspensi McPherson juga memberi efek reduksi tinggi terhadap goncangan. Kerennya lagi mobil ini sudah dilengkapi ESP (electronic stability program) yang menjaga kestabilan saat menikung. sick. Dari sini saya akui, kalau soal teknologi keslamatan, Eropa memang jauh lebih superior daripada Asia.


Slamat Jalan, Amir

23 September 2009

AMirTak butuh waktu lama untuk menjadi sahabat. Dan persahabatan saya dengan Ana Miriana (Amir) pun tergolong singkat. Kami memang tidak dekat-dekat amat, tapi rasanya cukup dekat jika disebut sahabat.

Saya tahu Amir punya banyak teman karena pribadinya memang hangat. Suka bercanda, dan tertawa. Kalau mengobrol dengannya, berjam-jam pun bakal dilayani. Saya ingat,
Ana pernah memberi saya sekotak kondom. Hahaha. Karena bingung mau diapakan, akhirnya saya berikan ke kakak saya yang sudah menikah.

Pertemuan terakhir saya dengannya pun cukup unik dan berkesan. Waktu itu saya dan dua teman kantor menonton Sore di EX Plaza. Dan ternyata ada acara Fiesta di Hard Rock Café dengan bintang tamu Andra & The Backbone. Begitu Sore kelar, Amir langsung mengajak saya dan dua teman saya ke HRC.

Disana dia memberi saya dan dua teman saya yang selalu “kere” saat dugem ini masing-masing segelas Coca Cola dingin. Hahaha. Saya ingin menangis kalau mengingatnya. Begitulah Ana, selalu peduli dengan sahabatnya.

Karenanya, saya sangat shock ketika Amir ternyata pergi begitu cepat dengan cara yang mungkin tidak pernah terbayangkan. Saya tidak ingin membicarakannya, Google saja nama Ana Miriana.

Kepergian almarhum tak hanya meninggalkan duka mendalam di keluarga, juga sahabat-sahabatnya. Akun Facebook Amir penuh dengan doa tulus dari para sahabat, berharap Amir mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan Amir, keceriaan dan semangatmu akan tetap kami kenang selalu. Kami akan merindukanmu, sahabat.


Diperbudak Teknologi

31 August 2009

as_moto_twitter_630 Teknologi selalu jadi pedang bermata dua. Facebook, di satu sisi, tak hanya mempertemukan saya dengan teman-teman lama. Tapi juga membuat hubungan kami menjadi tidak berjarak.

Sekadar mengomentari status, misalnya, paling tidak sudah bisa menunjukkan interaksi atau kepedulian kita terhadap seseorang, yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Silaturahmi pun tetap berjalan.

Atau, saya juga bisa mengetahui kabar dari teman-teman yang lama tidak bertemu–bahkan tidak pernah bertemu lagi– hanya dengan membaca statusnya. How cool is that.

Tapi gara-gara kemudahan itu juga orang jadi mengaburkan batas sejauh mana akses terhadap teknologi ini normalnya dilakukan.

Well, saya sudah sering mendengar komentar bagaimana orang lebih suka berkomunikasi dengan internet messaging seperti YM atau BBM daripada menelpon. Lebih mudah dan murah, katanya.

Bukti lain, udah tau lagi ngumpul bareng teman di kafe, eeh tetep aja ngga bisa jauh-jauh dari BlackBerry-nya. Entah buat update status, ngecek msg YM atau BBM, atau cuma menengok status di FB atau Twitter. Tak heran banyak yang menyebut seseorang “autis” karena terlalu asyik dengan handsetnya.

Jeez, dunia virtual seperti The Matrix kayaknya bakal datang lebih cepat. FYI, ilmuwan di Amerika sedang mengembangkan teknologi Ray Tracing yang hasilnya kira-kira membawa kita ke dunia khayalan seperti Matrix, walau masih belum sempurna.

Dan lihat premis film terbaru–ah saya lupa– yang pokoknya bercerita soal manusia yang menciptakan inang. Jadi dia mengintegrasikan otaknya ke sebuah inang (manusia juga), sehingga bisa menjadi orang lain, sementara tubuh aslinya tetap dirumah.

Well anyway, itu lain soal. Tapi intinya kurang lebih seperti itu. Teknologi, bisa dimanfaatkan dengan positif, atau mudah sekali menjadi negatif.

Dan jangan salah, saya dan pacar juga mengalami masalah yang sama. Lagi asyik dinner di restoran, eeh, tangan udah gatel aja buat ngutak-atik BB, sementara dia dengan Nokia E71nya.

Bahkan, dia mengomentari status Twitter yang baru saya buat, padahal saya ada di sampingnya. OMG how absurd is that. Hahaha.

Oke, mungkin setelah ini kami akan membuat perjanjian untuk tidak menyentuh BB/ponsel saat sedang bersama, kecuali ada text atau panggilan telpon. Jangan sampai kami sedang berhadapan tapi mengobrol lewat YM atau hanya berbalas status Twitter. Jangan sampai teknologi menjadikan saya sebagai budaknya deh. Phew.

NB: saya jarang ngeblog karena–entah kenapa– wordpress di kantor di blok. Tapi, saya baru saja menemukan aplikasi WordPress untuk BB yang ternyata sangat praktis dan handy.


Mengejar Mimpi

24 July 2009

transformers-2-shia-labeouf-and-bumblebee Peralihan dari SMP ke SMA memang bikin saya shock. Ternyata, jadi cowok itu harus punya identitas. Pilih, mau jago di musik, olah raga, pecinta alam, bela diri, otomotif, atau lainnya.

Saya baru tau juga, kalau ternyata tempat parkir sekolah itu jadi ajang pamer ketajiran orang tua masing-masing. Buktinya, enggak cukup tuh bawa mobil bagus ke sekolah, tapi musti diceperin, ditambah spoiler depan, side skirt, ganti velg 17 inci, kasih knalpot ngebronk, plus amplifier dengan speaker 7 inci yang suaranya bisa bikin orang pup di celana.

Saat itu saya sih nggak terlalu tertarik sama dunia "otomotif" karena lagi asik-asiknya ngeband dan maen musik. Toh, saya juga enggak punya mobil bagus yang bisa dipamerin. Saya memang punya mobil, tapi enggak bagus dan enggak bisa sok-sokan dimodifikasi gaya gitu deh.

Bergaul dengan teman-teman yang "bermobil" ternyata membawa kesimpulan baru: ternyata naek mobil bagus itu enak yah. Lebih enak lagi, sambil dibuat pacaran. Dan tentu saja, girls dig car, a lot. Mendapatkan cewek jadi lebih mudah. Meski, pada akhirnya saya tetap bisa mendapatkan cewek–yang dikejar cowok-cowok bermobil bagus—hanya bermodal motor. Huehehe.

Menginjak kuliah, orang tua beli mobil enak dan nyaman. Mesinnya belum EFI, jadi tenaganya doyo dan rada boros. Tapi, saya senang karena audio systemnya sudah built-in CD. Saya menikmati benar mengajak pacar saya dulu naek mobil itu. Apalagi di Surabaya yang jalanannya enggak macet. Jalan-jalan dan kencan jadi lebih asik.

Tak hanya itu, begitu senangnya saya naik mobil, saya sering putar-putar kota selama berjam-jam sambil mendengarkan playlist dari band dan penyanyi favorit saya. Entah kenapa, hal bodoh ini rasanya menyenangkan sekali. Rasanya seperti adrenalin saya dipompa pelan secara konstan.

Tapi, karena mobil itu punya orang tua, jadi menggunakannya juga enggak bisa semena-mena. Saya harus "izin" dulu sama papa. Dan entah kenapa, saya menangkap bahwa ayah saya agak kurang suka kalau saya sering-sering pakai mobil. Bahkan dalam hati saya sempat kesal, bukannya mobil itu gunanya kan buat dipake ya?

Tapi wajar juga sih kalau ayah saya marah, karena saya termasuk pengguna yang tidak bertanggung jawab. Habis make enggak dicuci atau dibersihkan, juga kadang suka ceroboh. Hehehe.

Udah izin keluarnya susah, membawanya pun harus ekstra hati-hati. Hal terakhir yang saya inginkan adalah membuat mobil itu lecet. Wew, membayangkannya pun enggan.

"Beban mental" yang menumpuk itu membuat saya berandai-andai, duh, enak ya bisa punya mobil sendiri. Yang bisa dipake sesuka hati, di modif sesukanya, di bongkar pasang sesuai keinginan.

Sayangnya, itu cuma rencana. Karena harga mobil mahal sekali. Jadi saya kubur dulu impian itu dalam-dalam, seperti Davy Jones menyimpan jantungnya dalam sebuah peti terkunci, dan menguburnya ke pulau tak berpenghuni. Hey, what do you expect? Saat itu saya belum lulus kuliah! Berkerja pun statusnya masih magang.

Belakangan, ketika saya merasa semua kebutuhan tersier saya sudah terpenuhi, tiba-tiba saya ingat dengan secuil impian yang dulu membuat saya tidak bisa tidur. Impian itu, sekarang kembali menari-nari dan menggelitik ulu hati. Apalagi, beberapa tahun terakir ini saya ditempatkan di desk otomotif. Kecintaan dan pengetahuan saya terhadap mobil dan dunia otomotif bertambah pesat.

Saya semakin yakin bahwa mobil menunjukkan karakter dan identitas seorang pria. Lihat saja di film-film crime, detektifnya selalu terlihat keren dengan mobil-mobi yang–juga keren sih. Wkwkwkwk.

Sekarang, impian itu nyaris tak terbendung. Sudah bergejolak. Duh, bagaimana sih rasanya punya mimpi yang diidamkan sedemikian lama, coba diraih dengan keringat dan kerja keras, samar-sama mulai terlihat, dan semoga bisa diraih.

Jadi, jangan, sekali lagi jangan, pernah lagi menggurui saya soal "investasi itu lebih baik rumah atau tanah dulu lah" atau "harga mobil nantinya bakal terus-terusan turun lho". Karena saya tidak setolol itu untuk tidak menyadari logika yang paling mendasar tersebut. Karena setiap orang yang mengatakan hal itu kepada saya, membuat hati ini sakit dan tersinggung. Rasanya, seperti ada yang ingin membunuh mimpi saya.


Facelift

24 July 2009

yaris facelift02 Pernah ngga bertanya-tanya, mengapa Toyota Yaris bisa "diluncurkan" beberapa kali? Modelnya sama, mesin yang digendong pun tak berubah. Perubahannya minim, hanya ada di grill, headlamp, ataupun fitur di dalam kabin seperti jok, dashboard, dan lainnya.

Ini yang disebut facelift. Seperti juga Jacko yang mengoperasi wajahnya secara berkala agar terlihat lebih segar, lebih muda. "Seyogyanya facelift memang perlu dilakukan 2-3 tahun sekali," ujar Teddy Irawan, Deputy Director Nasional Sales & Promotion PT Nissan Motor kepada saya.

Apa saja yang diperbarui? Nah, biasanya ini tergantung pada konsumen maunya apa. Dealer maupun ATPM biasanya mengontak customer secara berkala. Mereka menanyakan keluhan mobil, apa yang kurang dan apa saja yang perlu ditambahkan.

Pada dasarnya, ATPM bisa membuat mobil itu sesuai keinginan customer. Misalnya ingin grill yang lebih sporty, ingin ditambahkan captain seat-tempat duduk terpisah di baris kedua-, ingin sentuhan kayu di dashboard, dan lainnya.

Dalam launching Toyota New Camry belum lama ini, perubahannya terlihat di bagian lampu, grill bersiluet X, hingga rear seat reclining dan kursi pemijat. Harga mobil facelift tentu saja lebih mahal. Oh ya, mobil facelift kebanyakan juga Complitely Knock Down (CKD) alias diproduksi penuh di Indonesia.

Lho, bukannya customer bisa memodfikasi sendiri mobil sesuai selera? Tentu bisa. Tapi, lebih baik mana modifikasi keluaran ATPM dengan bengkel biasa?

Gampangnya, coba lihat Mercedez-Benz yang sudah dirombak oleh modifikator resmi Brabus. Terlihat sangat keren dan pas. Begitu juga Honda dengan Mugen, Mitsubishi dengan Ralliart, dan Toyota dengan TRD. Kalo di modifikasi sendiri, seringnya harus diakali ini itu. Makanya, facelift penting untuk orang2 yang tidak puas dengan fitur lama.

Dalam IIMS 2009, Toyota, misalnya menampilkan beberapa varian facelift seperti Kijang G capt seat, Avanza S dan E, Rush S, Fortuner G, dan Yaris S.

Anyway, bicara ngerombak mobil, Pak Tedy punya pendapat sendiri. "Bikin mobil murah atau mahal itu gampang. Kalau murah, cabut saja semua fiturnya. Begitu juga sebaliknya. Yang susah, bikin mobil murah tapi comfort," katanya.

Ya benar juga, Grand Livina dan Avanza-Xenia hanya terpaut Rp20 juta. Tapi soal fitur dan kenyamanan, jelas jauh sekali. Livina sangat comfort. "Rp20 juta untuk market di segmen mobil itu sangat besar," katanya. "Nyicil Rp140 juta saja sudah ngos-ngosan. Gimana ditambah Rp20 juta lagi. Beda banget dengan market mobil di kisaran Rp400 jutaan. Orang udah ngga mikir lagi, mau ngambil Rp420 juta atau Rp440 juta dengan fitur lebih banyak. Itu yang selalu saya ilang ke prinsipal jepang. Bahwa market Indonesia itu unik".